Angkatan Darat Amerika Serikat resmi menggelontorkan kontrak senilai US$46,058 juta kepada Elroy Air untuk pengembangan pesawat kargo otonom Chaparral.
Program melalui skema Phase III Small Business Innovation Research (SBIR) ini bertujuan untuk memperkuat sistem logistik militer di wilayah konflik dengan infrastruktur yang rusak atau berada di bawah ancaman tinggi.
Chaparral merupakan pesawat vertical take-off and landing (VTOL) hibrida-listrik yang dirancang khusus untuk beroperasi tanpa landasan pacu konvensional. Dengan kapasitas angkut mencapai 227 kilogram dan jangkauan operasional hingga 724 kilometer, teknologi ini mengisi celah antara drone logistik kecil dan helikopter angkut berat.
Fokus utama kontrak berdurasi hingga Februari 2029 ini adalah pengembangan otonomi tingkat tinggi, mencakup navigasi mandiri di lingkungan tanpa sinyal GPS serta sistem komunikasi yang tahan terhadap gangguan elektronik (jamming).
Kebutuhan akan platform otonom seperti Chaparral menjadi semakin mendesak seiring evolusi peperangan modern yang menargetkan pangkalan udara dan jalur pasokan utama sebagai titik kerentanan.
Melalui penggunaan pod kargo modular, pesawat ini mampu mengirimkan amunisi, baterai, hingga bantuan medis kepada unit tempur yang tersebar di wilayah terpencil tanpa harus menempatkan awak pesawat dalam risiko bahaya. Karakteristik hibridanya memberikan efisiensi tinggi serta fleksibilitas operasional yang tidak dimiliki oleh helikopter konvensional dalam misi skala menengah.
Pendanaan awal sebesar US$5,14 juta dari anggaran tahun fiskal 2026 akan mengawali fase pengembangan krusial ini. Elroy Air telah menunjuk Kratos sebagai mitra manufaktur eksklusif di Sacramento, California, dengan target produksi perdana dijadwalkan pada akhir 2026.
Meskipun masih dalam tahap pembuktian keandalan, keberhasilan program ini diproyeksikan akan mengubah fundamental rantai pasokan militer Amerika Serikat di medan yang diperebutkan di masa depan.
.png)