![]() |
| Illustrasi AI |
Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) kembali melancarkan aksi kekerasan brutal di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, dengan menyandera sembilan wanita dan menembak mati seorang warga sipil. Insiden tragis ini terjadi di Kampung Pasir Putih, Distrik Jila, pada Selasa (18/8/2026), setelah para korban melakukan penolakan untuk ditawan oleh kelompok tersebut.
Kapolres Mimika, AKBP Alredo Agustinus Rumbiak, mengonfirmasi bahwa korban meninggal dunia bernama Neregingget Magai (48). Korban tewas di lokasi kejadian setelah ditembak oleh anggota KKB karena menolak dibawa paksa ke dalam hutan.
Selain itu, anak korban yang bernama Inkolung Aim dilaporkan dibuang oleh pelaku ke dalam jurang. Meskipun berhasil bertahan hidup, Inkolung ditemukan dalam kondisi mengalami luka serius berupa patah kaki.
Menurut keterangan kepolisian, aksi penyanderaan ini terjadi hanya berselang satu hari setelah KKB melakukan penyerangan terhadap Pos Satgas Pam Obvit Yonif 133/YS di Distrik Jila. Diduga kuat pelaku penyanderaan merupakan kelompok yang sama dengan yang menyerang pos TNI tersebut.
Setelah melakukan penembakan terhadap aparat, kelompok ini melarikan diri ke pemukiman warga dan melakukan intimidasi serta penyanderaan terhadap warga sipil di Kampung Pasir Putih.
Saat ini, sembilan wanita yang disandera masih berada di bawah kekuasaan kelompok bersenjata tersebut dan dilaporkan telah dibawa masuk ke wilayah hutan pedalaman.
Aparat gabungan TNI-Polri telah dikerahkan ke lokasi untuk melakukan pengejaran terhadap pelaku serta mengupayakan langkah penyelamatan bagi para sandera. Kondisi geografis yang ekstrem di wilayah pegunungan Mimika menjadi tantangan utama dalam operasi pencarian ini.
Pihak kepolisian menegaskan akan mengambil tindakan hukum yang tegas terhadap para pelaku atas pelanggaran kemanusiaan berat ini.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di Distrik Jila tetap dalam pengawasan ketat guna mencegah eskalasi kekerasan lebih lanjut dan memberikan rasa aman bagi masyarakat setempat.
