PT PAL Indonesia resmi memperkenalkan Unmanned Surface Vehicle (USV) Kamikaze sebagai alutsista mutakhir yang mengintegrasikan misi serangan presisi dengan kemampuan Intelligence, Surveillance, and Reconnaissance (ISR).
Dalam Latihan Gabungan (Latgab) TNI 2026 di Dabo Singkep, Kepulauan Riau, pada 5 Agustus lalu, wahana nirawak ini sukses menjalankan skenario serangan swarm yang menghantam target secara akurat.
Direktur Utama PT PAL Indonesia, Kaharuddin Djenod, menyatakan bahwa pengembangan USV ini adalah bukti nyata kemandirian teknologi pertahanan nasional. Kapal cepat yang mampu melaju hingga kecepatan 55 knot ini tidak hanya berperan sebagai senjata peledak dengan hulu ledak 150 kilogram, tetapi juga berfungsi strategis sebagai alat pengumpul informasi dan pengawasan.
Dimensinya yang efisien serta kecepatan tingginya dirancang agar sulit dideteksi oleh radar lawan dalam operasi maritim yang kompleks.
Menurut Djenod, proyek ini mencakup penguatan kompetensi engineer lokal dalam menguasai sistem integrasi, navigasi nirawak, dan Artificial Intelligence (AI). Teknologi autonomous dan sensor fusion yang disematkan menjadi pilar masa depan teknologi maritim Indonesia.
Hal ini memungkinkan USV beroperasi dalam konsep "system of systems", di mana wahana tanpa awak dapat berkolaborasi secara harmonis dengan kapal berawak maupun sistem pertahanan lainnya dalam satu ekosistem operasi terpadu.
Langkah strategis ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem industri nasional yang melibatkan berbagai sektor, mulai dari elektronika, perangkat lunak, hingga sistem komunikasi canggih.
Kaharuddin menegaskan bahwa penguasaan teknologi USV sangat krusial untuk memperluas kapasitas industri dalam menghasilkan solusi maritim yang adaptif terhadap dinamika ancaman global.
Dengan inovasi otonom ini, PT PAL memposisikan Indonesia sebagai pemain kunci dalam transformasi digital militer dan keamanan maritim di kawasan Asia Tenggara.
.png)