Prajurit Kompi Kavaleri (Kikav) 3/Tupai Setia Cakti (TSC) melaksanakan Latihan Taktis Tingkat Peleton (Lattis Ton) Tahun Anggaran 2026 di daerah latihan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto, pada Jumat (21/8). Latihan ini difokuskan pada pengujian kemampuan tempur, koordinasi tim, serta kesiapan operasional satuan dalam menghadapi ancaman kedaulatan NKRI melalui skenario Operasi Militer Perang (OMP).
Dalam latihan ini, Kikav 3/TSC mengerahkan kekuatan penuh dengan melibatkan enam unit kendaraan tempur (Ranpur) andalan. Alutsista yang diterjunkan terdiri dari dua unit Panser Panhard, dua unit Panser Tarantula yang memiliki daya tembak tinggi, serta dua unit Panser Anoa 6x6 produksi dalam negeri. Skenario latihan dirancang untuk memberikan dukungan bantuan tempur kepada satuan Infanteri dalam menghalau invasi musuh, dengan simulasi medan yang menyerupai kondisi operasi sebenarnya di wilayah Jawa Timur.
Fokus utama kegiatan ini mencakup penguasaan navigasi medan, teknik pergerakan taktis, serta optimalisasi fungsi alutsista di lapangan. Dankikav 3/TSC, Kapten Kav Reza Eko Nugroho, S.T. Han, menegaskan bahwa latihan ini bertujuan mengimplementasikan filosofi 'Tri Daya Cakti' kavaleri secara komprehensif. Filosofi tersebut mencakup tiga pilar utama: daya gerak yang lincah, daya tembak yang akurat, serta daya kejut yang mampu melumpuhkan mental lawan secara cepat.
Selain mengasah kemampuan teknis prajurit 'Tupai Setia Cakti', Lattis Ton ini juga menjadi instrumen evaluasi bagi kepemimpinan Komandan Peleton dalam mengambil keputusan cepat di bawah tekanan situasi tempur. Kapten Reza berharap intensitas latihan ini mampu menjaga profesionalisme prajurit pada level tertinggi demi mendukung tugas pokok Kodam V/Brawijaya. Melalui integrasi teknologi ranpur dan kesiapan personel, satuan dipastikan siap mengamankan wilayah strategis dari potensi gangguan keamanan di masa mendatang.
