Satuan Tugas (Satgas) Habema dilaporkan berhasil menghancurkan markas Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang berafiliasi dengan Organisasi Papua Merdeka (OPM) di wilayah Kabupaten Puncak Jaya. Operasi presisi ini dilakukan menggunakan teknologi pesawat tanpa awak atau drone setelah melalui proses pengintaian mendalam untuk memastikan keamanan warga sipil di sekitar lokasi kejadian.
Markas yang menjadi target operasi tersebut diketahui dipimpin oleh Lekagak Telenggen, salah satu tokoh kunci dalam kelompok bersenjata di wilayah tersebut. Lokasi markas berada di posisi strategis yang hanya berseberangan gunung dengan Pos TNI terdekat. Berdasarkan laporan intelijen, titik ini sering digunakan oleh anggota KKB sebagai basis untuk melancarkan serangkaian serangan provokatif terhadap aparat keamanan yang bertugas di pos perbatasan.
Keberadaan markas ini tergolong sulit dideteksi karena dibangun menyatu dengan area pemukiman dan rumah adat Honai milik penduduk setempat. Identifikasi akhir dilakukan setelah Satgas Habema melakukan pengintaian intensif selama tiga hari berturut-turut. Hasil pantauan udara mengonfirmasi adanya aktivitas konsentrasi massa dari kelompok bersenjata di titik tersebut, yang memperkuat keputusan untuk melakukan tindakan tegas terukur.
Mengingat posisi markas yang bersinggungan langsung dengan kawasan domestik warga, Satgas Habema menerapkan prosedur operasi yang sangat ketat dan berhati-hati. Langkah ini diambil guna meminimalkan risiko kolateral dan menjamin keselamatan masyarakat non-kombatan di Puncak Jaya. Penggunaan drone dianggap sebagai solusi taktis yang paling efektif untuk melumpuhkan infrastruktur lawan tanpa harus memicu kontak senjata terbuka di tengah pemukiman.
Hingga 19 Agustus 2026, Satgas Habema masih terus menyiagakan personel dan melakukan pemantauan udara secara berkala di area tersebut. Langkah ini dilakukan untuk memastikan sisa-sisa kelompok bersenjata tidak melakukan konsolidasi ulang. Otoritas keamanan menegaskan bahwa prioritas utama tetap pada perlindungan masyarakat serta pemulihan stabilitas keamanan di wilayah Papua secara menyeluruh melalui pendekatan yang profesional dan modern.