![]() |
Upacara tahun ini mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur” dan berlangsung dengan suasana khidmat serta penuh rasa nasionalisme.
Rangkaian peringatan dimulai dengan laporan Komandan Upacara, Kolonel Inf Priyo Handoyo, kepada Presiden selaku Inspektur Upacara. Tepat pada momen sakral, 17 dentuman meriam menggelegar di kawasan Istana Merdeka, diiringi bunyi sirene panjang sebagai penanda dimulainya Detik-Detik Proklamasi.
Presiden Prabowo membacakan langsung naskah Proklamasi, diikuti dengan prosesi mengheningkan cipta untuk menghormati jasa pahlawan bangsa.
Dalam pidatonya, Kepala Negara turut mengajak seluruh peserta untuk mendoakan masyarakat yang terdampak bencana alam di berbagai wilayah, termasuk Sumatra dan Nusa Tenggara Timur.
Presiden menekankan pentingnya empati nasional di tengah peringatan kemerdekaan demi menjaga persatuan dan kehormatan bangsa Indonesia. Setelah pembacaan doa oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar, prosesi berlanjut pada pengibaran bendera Merah Putih oleh Tim Paskibraka “Indonesia Berdaulat”.
Celina Olivia Apriani Theo dari Kalimantan Barat bertugas membawa bendera Merah Putih, didampingi M. Aryo Wira Zandhyka Y (Bengkulu), I Nyoman Harya Dhanurendra Darmamukti (Kalimantan Selatan), dan Achmad Fachri Mubarok (Jambi).
Pengibaran bendera diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya berlangsung sempurna, disambut sikap hormat dari seluruh tamu undangan. Upacara ditutup dengan laporan akhir Komandan Upacara serta persembahan lagu patriotik “Hari Merdeka” oleh Gita Bahana Nusantara dan Sekolah Rakyat.
Peringatan ke-81 ini menegaskan komitmen pemerintah dalam mewujudkan visi kedaulatan dan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia di tengah tantangan global.
